Sabtu, 06 Desember 2008
Cara mengatasi klo pendengar speech kita lagi bete nih...
-Makes some joke when they get bored.
-Don’t use to much ungeneral word so the audience can understand what are you talking about.
-When the audience don’t understand don’t get nervous, and explain what the audience don’t under stand.
Rabu, 26 November 2008

Mulai dari tanggal 10 November 2008 sampai dengan 15 November 2008 sekolah saya, SMA Kanisius akan mengadakan kegiatan pekan sosial. Pekan sosial ini, terdiri dari 3 kegiatan, yaitu Live-in kota, Live-in Desa dan Jambore. Setiap pelajar diperbolehkan untuk memilih 1 dari 3 kegiatan tersebut. Pendaftaran dibuka di Lapangan Bola, dan berhubung hari itu matahari bersinar sangat terik, maka saya langsung mendekati salah satu meja tempat mendaftar meskipun saya tidak mengetahui kegiatan apa yang saya daftar ini.
Saya dapat barisan cukup depan, sehingga dengan cepat saya berhasil mendaftarkan diri saya. Ternyata kegiatan yang saya daftarkan adalah Jambore, meskipun hati saya sebenarnya lebih memilih untuk ikut Live-in Desa karena dari 2 tahun lalu saya memang sudah berniat untuk mengikuti kegiatan itu, ditambah lagi saya bukanlah tipe pecinta alam yang senang berpetualang dan tinggal di alam bebas. Namun, karena saya sudah mendaftarkan nama saya di Jambore dan saya melihat antrian pendaftar Live-In Desa sudah terlihat seperti antrian BLT, maka saya akhirnya tetap memilih Jambore.
Briefing mengenai Jambore pun diberikan di Avi Lt.4 beberapa hari sebelum keberangkatan. Jujur saja, melihat barang – barang yang harus dibawa, saya dilanda kebingungan. Saya tidak mempunyai tas Carrier, sedangkan teman – teman saya akan membawa carrier. Saya juga tidak mempunyai sleeping bag, pisau lipat, dsb. Saya tidak mau membelinya, karena mungkin barang – barang tersebut hanya akan saya pakai kali ini saja. Jadi saya mencoba untuk mencari pinjaman – pinjaman dari teman – teman saya. Akhirnya tidak ada barang yang berhasil saya pinjam, kecuali sleeping bag yang saya dapatkan dengan menyewa dari sekolah.
Pada hari Senin kelompok saya disuruh untuk berkumpul di sekolah untuk mengumpulkan barang – barang kelompok agar pada saat berangkat yaitu hari Selasa, kami sudah siap dan tidak perlu membereskan barang – barang lagi. Hari Senin hanya panitia Advance saja yang akan berangkat, setelah kelompok kami selesai mengumpulkan barang – barang dan menaruhnya di Ruang Guru berdasarkan saran dari Ibu Ruth sebagai guru pendamping kami, maka kami pun pulang ke rumah masing – masing.
Keesokkan harinya kami berangkat dari sekolah menuju tempat Jambore kami, Gunung Puntang di Bandung Selatan. Perasaan saya pada saat itu cemas bercampur penasaran, cemas karena di sana saya akan tinggal di alam bebas dan sulit untuk mendapat sinyal, penasaran dikarenakan ini merupakan Jambore pertama saya. Saya juga mengalami sedikit perasaan menyesal tidak dapat pamit kepada pacar saya, dikarenakan 2 hari sebelumnya kami saling marah – marahan karena kesalahan yang tidak jelas siapa pelakunya.
Perjalanan saya hanya tidur saja, dan ketika di tol saya terus melihat signal telepon genggam saya yang masih menunjukkan sinyal penuh. Tetapi setelah saya tertidur cukup lama, bus ternyata sudah sampai di tempat yang cukup terpencil dan telepon genggam saya sudah tidak menunjukkan sinyal lagi. Tak lama kemudian, kami pun sampai di tempat tujuan yaitu Gunung Puntang dan disambut oleh Panitia Tutor masing – masing kelompok yang sudah berangkat 1 hari sebelumnya.
Setelah saya dan teman – teman mengambil barang – barang dan memastikan tidak ada yang tertinggal, kami berjalan menanjak cukup jauh sekitar 500 meter dengan sudut kurang lebih 60 derajat. Jarak 500 meter pikir saya bukanlah jarak yang amat jauh, tetapi berhubung medan yang sangat menanjak maka kami cukup kelelahan. Untung saja dengan canda tawa dan bincang – bincang membuat perjalanan tidak terlalu dipikirkan.
Setelah sampai di tempat kami akan mendirikan tenda, setiap kelompok segera menata tenda – tenda mereka yang ternyata cukup kecil untuk dimuat 3 orang. Masing – masing kelompok terdiri dari 8 orang dan tenda yang disediakan adalah 3 buah, berarti akan ada 1 tenda yang diisi hanya 2 orang saja. Tenda ini nantinya akan menjadi tempat untuk menaruh barang – barang kelompok seperti kompor, panci, wajan, dsb.
Mendirikan tenda cukup menantang, belum lagi ternyata 2 tenda yang kami dirikan berada tepat di atas batu besar yang ditanam di dalam tanah sehingga kami tidak dapat menancapkan tenda. Alhasil, tenda kami sangat mudah rubuh bila depannya di senggol. Namun hal itu tidak membuat kami cemas.
Setelah mendirikan tenda, dilakukanlah kegiatan seperti biasa. Upacara pembukaan, sambutan Pater Sigit dan pengarahan – pengarahan singkat mengenai sumber air yang akan kita gunakan.
Setelah itu kami kembali ke tenda masing – masing dan Ibu Ruth terlihat sudah mulai memandu kami untuk memulai memasak. Makanan yang dimasak cukup memancing selera seperti Sosis goreng dan bakso rebus. Setelah selesai memasak, sosis goreng dan nasi putih di simpan untuk makan malam sedangkan bakso langsung kami santap sebagai makan sore.
Setelah itu jadwal kami seperti kosong, rasa malas untuk mandi berhubung toh kita juga akan kotor. Tiba – tiba saja hujan melanda tenda kami, maklum saja, saat itu sedang musim hujan. Maka saya segera masuk ke dalam tenda bersama teman setenda saya Lewa dan tutor saya yang numpang, Anton.
Hujan yang cukup deras tiba – tiba membuat kami kaget. Tenda kami mengalami kebocoran di sana sini. Kami juga baru menyadari bahwa tenda yang kami buat berada tepat di atas parit, sehingga air mengalir ke bawah tenda kami dan masuk ke dalam tenda. Tas Raymond, teman setenda saya lainnya sudah basah kuyup. Jaket Lewa sudah persis seperti kain pel yang sudah terendam air. Untung saja hujan tak lama berhenti sehingga kami langsung memperbaiki dan menata ulang tenda kami.
Setelah itu acara kami selanjutnya hanyalah menunggu hujan, hujan dan hujan. Kemudian panitia mengatakan kami disarankan untuk segera tidur karena besok acara sangat padat. Dalam hati saya dan Lewa sebenarnya pasti akan diadakan acara jurit malam, oleh karena itu semua peserta disuruh tidur.
Kami sudah siap dengan perlengkapan kami, saat tak lama, sekitar jam 11 malam kami dibangunkan untuk melaksanakan jurit malam. Sebenarnya acara jurit mala mini merupakan acara yang cukup saya tunggu – tunggu karena saya termasuk penggemar acara ini. Sayangnya acara berhenti di tengah jalan, karena ada beberapa kelompok beserta guru yang ternyata tersesat. Padahal saya sudah berada di pos ke-5 yang merupakan pos terakhir. Karena disuruh kembali ke tenda akhirnya kami pun tidur dengan perasaan setengah menggerutu.
Keesokkan harinya kami hiking dengan 2 rute, jalur bukit dan jalur sungai. Ini merupakan suatu tantangan karena jalur yang akan kami lalui cukup menantang. Tak sedikit teman kelompok saya yang terpeleset dan pantatnya penuh dengan lumpur karena sulit dan beratnya medan jalur bukit. Di pos ke-2 permainan cukup menantang, saya ditutup matanya dan disuruh menebak nama teman sekelompok saya hanya dengan mendengar suaranya memanggil nama saya saja. Dari 5 tebakan saya tidak dapat menebak dengan benar. Muka saya pun dicoreng 5 kali oleh lipstick berwarna merah. Setelah kami sampai di pos ke-3, hujan pun turun dan akhirnya kami disuruh menghentikan permainan.
Hal yang sama terjadi pada acara jalur sungai, yang seharusnya kami melalui aliran sungai, karena hujan yang membuat arus sungai bertambah deras, kami tidak diperbolehkan melalui sungai dan hanya menyisir sungai saja.
Rasa kesal menggerutu, tetapi di hari terakhir, kami sudah selesai membereskan barang – barang dan jam kosong tanpa acara. Saya, Lewa, Anton dan Jackpot memutuskan untuk mengabadikan moment – moment sekali seumur hidup ini. Kami pun memutuskan untuk pergi ke sungai dan berfoto – foto di sana bersama Gennady, juru foto sekaligus pemandu kami. Setelah puas berfoto – foto, kami pun pulang ke Jakarta dengan perasaan senang.
Senin, 20 Oktober 2008
Tugas Mulok(CSS)
Julius ARden XII F/20
One-colored border!
Two-colored border!
Three-colored border!
Four-colored border!
Multi-colored border!
Note:The "border-color"
![]() |
| Jago Bener... |
Jumat, 19 September 2008
Hari pembuatan Blog
semoga nih blog bisa g update tiap hari dhe...hoho